Rabu, 05 Maret 2008

Buku Pencerahan Hati


La Tahzan ( Jangan Bersedih !)

Membaca buku ini membawa kita kepada ketenangan dan kesejukan
hati, karena terasa melapangkan dan meringankan beban hidup yang semakin berat.
Membaca buku ini mengajak kita untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat dengan hanya satu pedoman La Tahzan (Jangan Bersedih!).
Buku ini termasuk salah satu buku pencerahan hati, yang ditulis oleh DR. Aidh Al Qarni, seorang Doktor dalam bidang hadist yang hafizh Qur'an, ribuan hadist dan juga ribuan bait syair Arab kuno hingga modern.
La Tahzan (Jangan Bersedih!), mengajak kita untuk melihat hidup lebih bersemangat, mensyukuri segala limpahan rahmad dan kasih sayang-Nya.
Adapun isi dari buku tersebut antara lain:
- Pikirkan dan Syukurilah
- Isi waktu luang dengan berbuat
_ Dengan mengingat Allah hati menjadi tenang
- Jangan Bersedih, karena Rabb Maha Mengampun Dosa dan penerima taubat
- Jangan bersedih, semua hal akan terjadi sesuai Qadha dan Qadar!
- Jangan bersedih, tunggulah jalan keluar.
- Jangan bersedih, perbanyak Istighfar karena Allah Maha Pengampun.
- Jangan Bersedih bila kebaikan Anda tak dihargai orang, sebab yang anda cari adalah pahala dari Allah.
- Jangan bersedih, karena rezeki yang sulit
- Jangan bersedih, pilihlah apa yang telah dipilih Allah untuk anda
- Jangan bersedih,dengan ujian dan cobaan Allah, sebab bisa jadi itu merupakan karunia dan ganjaran.

Inti dari semua ini adalah mengajak kita untuk lebih bijak meghadapi hidup,mengerjakan segala sesuatu hanya berdasarkan ridha Allah semata.Akhirnya saya referensi kan buku ini sebagai teman duduk anda yang baik dan setia,karena buku tidak pernah protes apapun pendapat anda tentang dia

Minggu, 02 Maret 2008

Menu Bayi usia 9-12 Bulan

Menu Favorite Putriku



Setelah 6 tahun menunggu akhirnya lahir lah putri ke yang kedua, cantik, lucu dan pintar.........
Puan anak yang baik, yang selalu menunggu mamanya pulang dari kantor didepan pagar sambil berteriak-teriak menyapa setiap orang yang lewat depan rumah...

Puan sangat suka makan Buah jeruk walaupun itu agak asam sekalipun, karena sekarang lagi musim durian maka Puan pun suka makan buah durian. Bibirnya yang mungil akan mengecap-ngecap jika kita sodorkan biji buah durian yang lezaat.... ehm...

Apalagi itu buah durian yang tumbuh dari kebun sendiri........



Puan tidak rewel makannya, semua yang dibikinkan mama-nya dia suka dan memakannya dengan lahap.... hap..hap sekali.



Ini Puan akan berbagi menu favorite-nya;



1. Bubur Bayam-Ikan Patin



50 gr beras putih, 1 iris ikan patin, satu ikat kecil sayur bayam, 1 siung bawang merah iris halus,garam dan gula pasir secukupnya.



Masak 50 beras putih sampai menjadi seperti bubur, tambahkan irisan ikan patin, setelah air agak mengering masukan sayur, bawang, gula dan garam. Aduk sebentar lalu kecil kan api kompor. Setelah agak kering airnya, angkat dinginkan setelah itu blender, dan siap dihidangkan.



2. Bubur Daging -Wortel.



Masak 50 gr beras putih bersama 2 iris daging sapi yang sudah dipotong kecil-kecil, setelah mendidih masukan potongan wortel dan tomat, tambahkan irisan bawang merah, garam dan gula secukupnya, masak hingga matang, angkat dinginkan, lalu blender, siap dihidangkan



3. Bubur Ati Ayam - jagung manis.

Masak 50 gr beras putih bersama 1 potong ati ayam, setelah mendidih masukan potongan wortel dan jagung manis yang sudah disisir, masukan bawang merah, gula dan garam secukupnya masak hingga matang, dinginkan lalu blender siap dihidangkan.

Itu saja dulu menu favorite dari Puan , Menu-menu ini akan dimakan Puan dengan lahap sekali sehingga dari bulan ke bulan bobot badannya selalu bertambah.
Puan sudah selesai melaksanakan imunisasi standar, yang terakhir imunisasi campak dan vitamin A warna biru karena usianya sudah 9 bulan.

Puan suka bermain bersama kakak, tapi Puan suka bosen nunggu kakak pulang sekolah lama aaa........sekali jadi puan mainnya sendiri dulu sampai kakak pulang sekolah. Karena kakak suka mengajak Puan bermain tepuk tangan dan bernyanyi.

Kamis, 15 November 2007

Resep Favorite

Pempek Kulit

Di Sabtu sore, paling enak bikin camilan kecil buat di santap di malam Minggu, sambil bercengkrama bersama keluarga dan menikmati semilir angin disaat cuaca cerah dengan diterangi sinar rembulan.... (puitis banget oy..cuma mau bikin pempek..)

Makanan ini memang favorite di keluarga ku selain camilan yang sehat kandungan proteinnya tinggi dan higienis pula karena dibuat sendiri dengan penuh cinta oleh sang bunda judulnya "Pempek Kulit".

Bahannya:
  1. 1 kg kulit ikan tenggiri, sudah dihaluskan ( sudah siap pakai, bisa dibeli di Ps. Cinde, Palembang, Harga berkisar Rp 8-12 rb/kg)
  2. 100 gr daging ikan tenggiri yag sudah dihaluskan.
  3. Telur ayam 6 butir
  4. Bawang Merah 20 butir
  5. Merica 1 sdt.
  6. Sagu Tani 1 kg (tepung kanji)
  7. Terigu 2 sdm.
  8. Garam secukupnya

Cara Membuat:

  1. Blender bawang merah sampai halus.
  2. Campur semua bahan jadi satu dengan menggunakan mixer : kulit,daging ikan tenggiri, telur , bawang merah yang sudah dihaluskan, garam, merica , aduk sampai semua tercampur rata.
  3. Setelah itu masukan tepung terigu dan 900 gr sagu tani, 100 gr untuk ulenan.
  4. Setelah tercampur rata, ambil 1 sdm adonan bentuk dengan tangan (yang telah ditaburi sagu tani) bulat dulu lalu kemudian pipihkan .
  5. Begitu terus sampai adonan habis, (untuk 1 Kg ikan akan menghasilkan krg lebih 70-80 buah pempek kulit.
  6. Setelah itu goreng dengan menggunakan minyak banyak, agar adonan dapat mengapung.

Tips:

  1. Gunakan selalu sendok plastik atau kayu untuk mengaduk adonan, jangan gunakan tangan karena akan membuat adonan pempek menjadi keras, kecuali untuk membentuk boleh menggunakan tangan.
  2. Jika Pempek yang dibuat terlalu banyak, sisanya bisa disimpan dengan terlebih dulu menggorengnya setengah matang, dinginkan tempatkan dalam tupperware simpan di kulkas, bisa tahan sampai 1 minggu.

Anak Jalanan

Lelah setelah seharian berkutat, dengan pekerjaan kantor aq istirahat dulu... Ditambah cuaca yang dingin yang tidak bersahabat karena hujan turun sejak pagi... menambah sendu suasana....
Dari lantai dua jendela kantor ku terlihat aktivitas kendaraan bermotor yang macet total,... jalanan yang becek dan licin sering membuat kendaraan roda dua terjungkal dan terjatuh, karena sedang ada pembangunan Fly over di persimpangan Polda, anak-anak jalanan yang sedang ngamen, jualan koran dan berbagai aktivitas lain yang yang dilakukan mereka di jalanan.
Pada saat seperti ini, terbayang kedua putri di rumah,...yang pastinya sedang tidur siang setelah sebelumnya minum secangkir susu coklat hangat bikinan neneknya...

Kembali melihat aktivitas anak-anak jalanan, .... yang ada dikota Palembang, terutama dipersimpangan Jaka Baring, Simpang Charitas dan Simpang Polda, semakin lama semakin bertambah. Seperti sudah terorganisir baik dibawah seorang pimpinan mereka atau pun orang tua mereka sendiri. Dalam perjalanan ke kantor pada pagi hari.., aq pernah melihat duo orang anak jalanan di bonceng pake motor oleh seorang wanita entah ibu-nya atau bukan diturunkan di simpang Charitas setelah sebelumnya dibekali alat musik kricikan buat modal ngamen.

Selasa, 13 November 2007

Bunda Bekerja


Bekerja atau tidak adalah suatu pilihan......

Wanita karir atau ibu rumah tangga, semuanya sama mulianya...

Berkarir adalah suatu bentuk eksistency diri seorang wanita selain dapat membantu keuangan rumah tangga.

Kadang ada kebimbangan berkarir atau di rumah saja sebagai ibu rumah tangga.

Bekerja di kantor adalah suatu pilihan yang berat ketika kita harus meninggalkan putra-putri yang masih kecil hanya dibawah pengawasan pembantu atau pengasuhnya saja.

Pengalaman saya waktu masih tinggal di Ibukota, membutuh waktu kurang lebih dua jam untuk sampai ke kantor saya di Menara Matahari, Perkantoran Lippo Karawaci,Tanggerang sementara saya tinggal di Pasar Minggu, sungguh jauh untuk pulang ke rumah jika terjadi apa-apa dengan putri saya.

Kepusingan saya bertambah ketika pengasuh putri saya mulai rewel mau pulang kampung, terpaksa saya atau suami yang cuti kerja, sampil menunggu pengasuh yang baru datang dari kampung, begitu saja rutinintas yang terjadi selma saya punya bayi dan bekerja di ibukota.

Tak tahan dengan situasi yang demikian , saya sempat mengundurkan diri dari pekerjaan dan memilih menjadi ibu rumah tangga saja. Dan saya sangat menikmatinya... namun keinginan untuk berkarir tetap ada dalam hati ini.

Alhamdulilah disaat suami pindah kerja ke kota asal kami di Palembang, saya juga diterima kembali bekerja di sebuah perusahaan keuangan untuk di tempatkan di kantor cabang mereka di Palembang.

Di Palembang saya menemukan kembali habitat saya, saya dapat bekerja lagi dikantor dan saya punya pengasuh yang dapat dipercaya untuk putri saya yang masih balita dibawah pengawasan ibu saya ( oh..mam .. i luv u).
Namun tetap ada rasa tak nyaman, ada dorongan dalam hati untuk tetap berkarir tapi tetap dapat mengontrol aktivitas rumah tangga.
Adalah saat-saat membahagiakan ketika saya dapat mengantar anak kesekolah, membantunya mengerjakan PR , membantu mencari tontonan yang baik baginya di televisi.
Ada suatu saat balitaku suka sekali nonton film india (**!!!?), dikarenakan pengasuhnya selalu menonton film tersebut setiap hari....
Alhamdulillah..., dengan dibantu suami,saya sedang merintis usaha yang dapat dikerjakan dirumah (luv u bang..)